Blog

  • Mitos Atau Fakta, Botol Di isi Air Kasi Perwarna Merah, Ayam Tetangga Dijamin Kabuuur!

    Mitos Atau Fakta, Botol Di isi Air Kasi Perwarna Merah, Ayam Tetangga Dijamin Kabuuur!

    KAMPOENG NEWS.COM – SIABU.  Jengkel ayam tetangga sering masuk ke rumah dan meninggalkan kotoran? Mungkin trik berikut ini bisa membantu.
    Beberapa bulan terakhir jika kita berjalan melewati pemukiman warga di pinggiran jalan desa Siabu kecamatan Salo kabupaten Kampar, pasti kita akan melihat pemandangan yang unik.
    Dibeberapa rumah milik warga terlihat di setiap sudut rumah diletakkan botol air mineral atau minuman sejenisnya yang di isi air dan diberi pewarna merah, botol tersebut dijejer di setiap sudut teras rumah, bagi yang tidak tahu hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar,untuk apa ya?
    Beberapa hari yang lalu tim media Jurnalis Warga Kampoengnews.com mencoba bertanya kepada salah seorang yang tidak mau disebutkan namanya, yang kebetulan rumahnya terdapat botol diisi air berwarna merah, ketika ditanya seputar hal itu beliau menjelaskan.
    Tujuannya ini adalah untuk mengusir ayam yang sering masuk ke dalam rumah, abis kesel juga mas, kita sih gak punya ayam, kadang ayam tetangga yang berkeliaran di rumah, udah itu nelek pula di situ, kalau nyembelih gak ada ngasi, giliran telek nya di tinggalin sama Ayamnya, hehehe”, ujarnya dengan tertawa penuh canda.
    Menurunya cara ini agak sedikit ampuh, ” dan ini bukan mitos mas ,tapi fakta,  yaa walaupun terkadang ada juga ayam yang lewat, cuma tidak seperti biasanya, pokoknya bagi saya ini trik ampuh untuk mengusir ayam tetangga tanpa ada keributan, ujarnya.
    Jadi bagi anda yang tertarik dengan cara ini bisa dicoba di rumah, apalagi yang tetangga sebelah banyak memelihara ayam, tentu harus ekstra banget untuk mengusir ayam yang berak sembarangan di rumah atau di teras rumah kita.
    Tapi kalau ayam sendiri biarin saja ya.. hehehe
  • Pemerintah Desa Siabu Kembali Bangun Kios Pasar Desa Yang Sudah Mulai Rusak

    Pemerintah Desa Siabu Kembali Bangun Kios Pasar Desa Yang Sudah Mulai Rusak

    Keadaan kios pasar desa Siabu sebelum di lakukan renovasi dan perbaikan.

    KAMPOENG NEWS.COM- SIABU. Dalam rangka Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli desa, Pemerintah Desa Siabu Kecamatan Salo kabupaten Kampar, melalui pengurus pasar kembali membangun beberapa unit kios pasar desa yang sudah mulai mengalami kerusakan.

    Pengurus pasar desa mengatakan, pembangunan kios pasar yang dibangun lewat bantuan dana desa.

    Sedangkan untuk tukang pelaksana di ambil dari warga yang ahli di bidang pembangunan, juga beberapa orang pengurus pasar turut membantu terlaksananya pembangunan.

    Pembangunan kios meliputi penggantian atap, ngecor lantai dan merehap tiang kios yang sudah pada lapuk.

    Pengurus menjelaskan, pembangunan kios dilakukan karena kios lama kondisinya rusak dan hampir seluruh bangunan keadaannya sudah sangat kumuh. Atas dasar itulah, pihaknya memutuskan untuk merehab secara total. Sebab, kata tambahnya, jika kios tersebut tidak segera direnovasi dikhawatirkan kondisinya akan semakin bertambah parah, bahkan dikhawatirkan akan ambruk.

    Alhamdulillah, berkat adanya  dukungan dari pemerintah desa kami pengurus pasar telah sukses membangun beberapa unit  kios pasar desa. Bahkan, sudah bisa ditempati kembali oleh para pedagang. Para pedagang sekarang merasa lebih nyaman bisa menempati bangunan kiosnya yang baru kami bangun,” ujarnya. 

    Pengurus berharap, para pedagang bisa menggunakan bangunan kios pasar desa itu dengan sebaik-baiknya dan bisa merawatnya dengan baik. 

  • Libatkan Semua Tokoh, Pengurus Masjid Al-Yaqin Siabu Adakan Musyawarah Sambut Idul Fitri 1442 Hijriyyah

    Libatkan Semua Tokoh, Pengurus Masjid Al-Yaqin Siabu Adakan Musyawarah Sambut Idul Fitri 1442 Hijriyyah

    KAMPOENG NEWS.COM. SIABU – Pengurus Masjid Al Yaqin desa Siabu kecamatan Salo kabupaten Kampar mengadakan musyawarah dalam rangka sambut Idul Fitri 1442 Hijriyyah tahun ini.
    Musyawarah dilaksanakan di Masjid Al-yaqin pada hari Jum’at, 23 April 2021. Dalam musyawarah kali ini pengurus Masjid Al Yaqin melibatkan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh Agama yang berada di wilayah tiga di kedusunan Sungai Abang.
    Beberapa tokoh yang hadir diantaranya tiga kepala Dusun, Kadus Pinaso, Kadus Sei Abang dan Kadus Karya Nyata, selain itu seluruh pengurus Masjid dan Musholla yang ada di tiga kedusunan sungai Abang.
    Juga turut diundang tokoh pemuda dan remaja Masjid dan Musholla, yang berada di desa Siabu.
    Musyawarah membahas mengenai penerimaan Zakat Fitrah serta penetapan SK dari BAZNAS kabupaten Kampar.
    Dalam penyampaianya ketua penerimaan Zakat Masjid Al-yaqin Ustadz Sudarwanto. S.E.I, mengharapkan pengurus Masjid dan Musholla membentuk panitia Zakat untuk diberikan  SK dari BAZNAS kabupaten Kampar, supaya resmi menjadi Amil pengelola Zakat di Masjid dan Musholla masing-masing.
    Sedangkan untuk penerimaan Zakat Fitrah mualai tanggal 20 Ramadhan, sebagaimana di ungkapkan ketua Amil Zakat Ustadz Sudarwanto.S.E.I.

    Penerimaan Zakat Fitrah tahun ini mulai dilaksanakan pada tanggal 20 Ramadhan atau pada malam 21, namun warga mulai saat ini sudah bisa membayarkan zakat fitrahnya”, Ungkap Ketua Penerimaan Zakat.
    Untuk jumlah Nominal zakat akan diinformasikan oleh pengurus Masjid dan Musholla masing-masing”, tambah beliau.
    Selain itu musyawarah juga  membahas mengenai penyambutan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyyah, sesuai kesepakatan bersama, untuk memeriahkan Idul Fitri, akan diadakan Takbir keliling dengan menggunakan kendaraan, sementara sebagai ketua panitia adalah Bapak Andreanto.
    Untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri disepakati seluruh tempat Ibadah sholat di tanah lapang sungai Abang menjadi satu, namun jika hujan, Masjid akan melaksanakan di tempat Ibadah masing-masing.
    Sementara pelaksana Sholat Idul Fitri, Sebagai Bilal Siski Wildan Fernando, Khatib Ustadz T.Sholehan, Imam Adin Baihaqi, dan protokol Andrian Eka Ramdani.
    Musyawarah berlangsung hingga pukul 13.00 sebagian peserta musyawarah langsung Sholat Ashar berjamaah di Masjid Al-yaqin.
    Ikuti YouTube Kampoeng News

  • Anda Pernah Mencium Istri Ketika Puasa Siang Hari Di Bulan Ramadhan? Berikut Hukumnya!

    Anda Pernah Mencium Istri Ketika Puasa Siang Hari Di Bulan Ramadhan? Berikut Hukumnya!

    Ganigambar.blogspot.com

    KAMPOENG NEWS.COM – Pasangan suami istri boleh saja bermesraan untuk memupuk rasa cinta diantara keduanya. Namun, ketika berpuasa di bulan suci Ramadhan ada batasan yang harus dijaga oleh setiap pasangan suami istri agar puasanya tidak batal.

    Dalam keadaan berpuasa seorang suami diperbolehkan bermesraan dengan istrinya dan bahkan boleh menciumnya. Dalam riwayat hadits Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra, dia berkata, “Nabi SAW mencium dan bercumbu (dengan istrinya) saat beliau sedang berpuasa. Dan beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikan syahwatnya di antara kalian’.  

    Kemudian, Amir bin Salamah juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. “Apakah orang berpuasa boleh mencium. Maka Rasulullah SAW pun menjawab, “Tanyakanlah kepada dia (Ummu Salamah)”. Kemudian Ummu Salamah memberitahukannya bahwa Rasulullah SAW berbuat seperti itu (mencium saat berpuasa).” (HR. Muslim).

    Selain itu, Umar bin Khattab juga pernah menciumi istrinya di bulan Ramadhan. Namun setelah itu beliau tersadar dan segera menghadap Rasulullah SAW untuk meminta fatwa. Seperti diriwayatkan dalam hadits, Umar bin Khattab berkata:

    Pada suatu hari nafsuku menggelora lalu kucium istriku dalam kondisi berpuasa. Lalu setelah itu aku datang kepada Nabi SAW. Aku berkata, ‘Hari ini aku telah melakukan perkara besar, aku mencium istriku padahal aku berpuasa’. Maka Rasulullah SAW pun berkata kepadaku,


    Bagaimana pendapatmu jika engkau berkumur dengan air ketika berpuasa?’ Aku menjawab, ‘Tidak mengapa’. Lalu beliau bersabda ‘Maka bagaimana dengan mencium (bukankah begitu)?” (HR. Ahmad).

    Namun, bermesraan dengan istri saat berpuasa tetap ada batasannya, yaitu tidak boleh sampai keluarga air mani diantara keduanya. Karena, keluarnya air mani termasuk salah satu hal yang membatalkan puasa.

    Jika sampai mengeluarkan air mani, maka ia harus tetap meneruskan puasanya dan wajib untuk mengganti puasanya di hari kemudian. Namun, jika hal tersebut terjadi bulan di bulan Ramadhan, maka tidak perlu meneruskan puasanya.

    Sementara, dalam buku “Fiqih Puasa dalam Mazhab Syafi’i”, Muhammad Ajib menjelaskan bahwa jika pasangan suami istri sampai melakukan hubungan intim saat berpuasa di siang hari, maka puasanya batal dan wajib qadha puasa. Diwajibkan juga baginya berpuasa selama dua bulan berturut-turut sebagai kafarat. Jika tidka mampu, baru boleh memberi makan 60 fakir miskin. ( Republika.co.id)

     

  • Balita 3 Tahun Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai Siabu Pagi Tadi

    Balita 3 Tahun Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai Siabu Pagi Tadi

    Jenazah hendak di kebumikan dengan menggunakan mobil ambulance milik desa Siabu

    KAMPOENG NEWS.COM – SIABU. Seorang balita usia 3 tahun meninggal dunia tenggelam di  sungai belakang rumahnya, pada hari Senin, 19 April 2021. tepatnya di dusun Pinaso desa Siabu kecamatan Salo kabupaten Kampar.  Balita itu ditemukan meninggal setelah terseret sekitar 100 meter dari lokasi awal korban bermain air.

    Balita tersebut ditemukan warga sudah tak bernyawa sekira pukul 10.00 WIB. Peristiwa itu mengagetkan warga. Karena ketika itu ratusan warga sedang bertakziah di rumah warga yang meninggal, dan rumahnya tidak jauh dari rumah korban.

    Informasi balita tenggelam di sungai di dapat ketika kakak korban hilir mudik mencari adeknya, ketika ditanya salah seorang warga lagi ngapa, dia mengatakan sedang mencari adiknya yang hilang, kebetulan ayahnya sedang bekerja, dan ibunya lagi takziah ke rumah tetangga yang meninggal, dia di rumah bersama adiknya.

    Sementara itu beberapa warga menduga korban hanyut ke sungai, dikarenakan dibelakang rumahnya sekitar 50 meter ada sungai, yang sedang banjir.

    Menurut keterangan sang kakak, adeknya ketika itu berada diluar rumah sedang bermain, dan dia tinggal masuk rumah sebentar untuk cuci tangan, namun ketika dia keluar adiknya sudah tidak ada, ketika itu kakak korban panik dan tanpa berpikir panjang langsung mencari ke sungai belakang rumah, karena pernah didapati sebelumnya korban jalan menuju sungai.

    Ketika dicari di sungai tidak dia dapatkan, dia memberi tahu tetangga, tak lama kabar anak hanyut menyebar, bahkan warga yang sedang takziah tak jauh dari rumahnya  langsung berhamburan menuju sungai untuk mencari anak tersebut.

    Lebih kurang satu jam usaha warga membuahkan hasil, setelah beberapa lama warga membantu mencari ke semua tempat.

    korban di temukan setelah puluhan warga terjun menyisiri sungai, korban dalam posisi tenggelam, setelah ditemukan warga membawa langsung kerumah untuk disemayamkan.

    Ketika ditemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa, tentunya kedua orang tua korban histeris melihat anak kesayangan mereka telah tiada. Sementara itu Sekitar pukul 12.00 korban di kebumikan.

     

  • Pas Lagi Patroli, Temukan Lahan Terbakar, Bhabinkamtibmas dan MPA Karya Indah Tapung Lakukan Pemadaman

    Pas Lagi Patroli, Temukan Lahan Terbakar, Bhabinkamtibmas dan MPA Karya Indah Tapung Lakukan Pemadaman

    KAMPOENG NEWS.COM. TAPUNG – Bhabinkamtibmas Desa Karya Indah Bripka Wilyan Fantri bersama 3 orang anggota MPA (Masyarakat Peduli Api) dan seorang anggota Manggala Agni, pada Sabtu pagi (03/04/2021) temukan kebakaran lahan saat melakukan patroli karhutla di wilayah RT 06 RW 05 Dusun III Kandis Baru Desa Karya Indah Kecamatan Tapung.
    Setelah menemukan kebakaran lahan ini mereka langsung melakukan upaya pemadaman hingga tuntas dengan beberapa peralatan yang dimiliki. Kebakaran lahan ini berupa semak belukar dalam areal perkebunan sawit, berkat kerja keras mereka api dapat dipadamkan, kemudian dilakukan pendinginan hingga tak lagi mengeluarkan asap.

    Awalnya Bripka Wilyan Fantri selaku Bhabinkamtibmas Desa Karya Indah melakukan patroli karhutla bersama 3 orang anggota MPA (Masyarakat Peduli Api) dan seorang anggota Manggala Agni Desa Karya Indah.
    Saat patroli ini mereka melihat kepulan asap dari arah perkebunan sawit warga  dan langsung mendatanginya, setiba dilokasi ditemukan kebakaran lahan pada areal perkebunan sawit dengan luas sekitar 2 hektar. Waktu itu beberapa titik masih menyala sedangkan sebagian lainnya telah padam namun masih mengeluarkan asap yang cukup tebal.
    Melihat kondisi ini, mereka langsung mengambil beberapa peralatan pemadaman berupa mesin pompa air, slang dan nozel lalu berjibaku memadamkan api pada titik-titik yang masih menyala, setelah semua titik api padam kemudian dilakukan penyiraman untuk pendinginan hingga tak ada lagi asap yang keluar.

    Kapolsek Tapung Kompol Sumarno saat dikonfirmasi membenarkan hal ini, disampaikan Marno bahwa masalah karhutla memang menjadi prioritas untuk penanganannya, sesuai arahan Pimpinan kita berdayakan Bhabinkamtibmas untuk bersinergi dengan stakeholder lainnya dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla ini.
    Pada kesempatan ini Kompol Sumarno juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat mengolah lahan pertanian, selain berpotensi menyebabkan meluasnya kebakaran, hal ini juga dilarang dan diancam dengan pidana yang berat, ungkapnya.
    FB. Info Kampar
  • Anda Kaya Bukan Ukuran Mulia, Miskin Bukan Berarti Hina

    Anda Kaya Bukan Ukuran Mulia, Miskin Bukan Berarti Hina

    Ilustrasi : Kompasiana.com

    KAMPOENG NEWS.COM – Jika kita disuruh memilih dua pilihan; kaya atau miskin, tentu kita akan memilih menjadi kaya daripada orang miskin. Hal ini sangatlah wajar dan masuk akal. Bahkan mungkin tidak ada orang yang mau dirinya jadi orang miskin.

    Dengan kekayaan (uang) melimpah, kita bisa memperoleh segala yang kita butuhkan dan menikmati fasilitas yang barangkali orang lain tak mampu menikmatinya. Inilah jawaban praktis yang umumnya dilontarkan oleh mayoritas orang. Namun begitu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan ke-Mahatahuan akan hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik oleh hamba-hamba-Nya, ternyata kaya dan miskin mutlak harus ada. Apa jadinya jika dunia ini hanya dipenuhi oleh orang kaya saja, atau sebaliknya. Jelas roda kehidupan tidak akan berputar dengan baik.

    Kaya dan miskin adalah ketetapan dari Allah yang harus disikapi dengan bijak, menurut kacamata Islam. Ketahuilah bahwasanya kemiskinan dan kekayaan hanyalah ujian. Kaya atau miskin bukan urusan mulia atau hina. Kekayaan bisa berarti siksaan, sedangkan kemiskinan bisa jadi karunia.

    Keduanya tak lebih dari ujian; mana yang mulia atau mana yang hina tergantung bagaimana masing-masing di antara kita menyikapi ujian tersebut.

    Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, ‘Rabbku telah memuliakanku.’ Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, ‘Rabbku menghinaku.’ Sekali-kali tidak (demikian).” (QS. Al-Fajr: 15).

    Ayat di atas menerangkan bahwasanya Allah Ta’ala menguji hamba-Nya dengan memberikan kenikmatan dan melimpahkan rezeki atasnya. Allah juga menguji manusia dengan sempitnya rezeki. Keduanya adalah ujian dan cobaan.

    Kemudian Allah menyanggah atas anggapan orang bahwa terbukanya pintu rezeki dan melimpahnya harta adalah bukti Allah memuliakannya, dan sempitnya rezeki pertanda Allah menghinanya. Allah menyanggah anggapan itu, “Sekali-kali tidak demikian!”.

    Yakinlah, anggapan orang-orang itu tidaklah benar. Terkadang Allah menyiksa dengan nikmat-Nya dan memberikan nikmat dengan cobaan-Nya.

    Oleh karena itu, anggapan orang yang mengatakan apabila seseorang diberi kekayaan harta yang melimpah pasti hal itu pertanda Allah memberikan kebaikan kepada dirinya adalah tidak benar. Sebab, kekayaan itu sendiri merupakan bentuk ujian dari Allah. Lulus atau tidaknya seseorang akan terlihat sejauh mana ia mempergunakan hartanya di jalan Allah. Berapa banyak orang yang celaka karena diuji dengan kekayaan!.

    Harta tak selalu menjadi sumber kebahagiaan bagi pemiliknya. Pikiran tegang memburunya, memeras keringat ketika mendapatkannya, dan kekhawatiran akan lenyapnya harta dalam genggamannya menghantui pikiran. 

    Ujung dari siksa itu berupa penyesalan mendalam saat perpisahan antara dirinya dengan hartanya benar-benar terjadi; mungkin lenyap oleh bencana, atau lantaran ajal yang memisahkan ia dengan hartanya. Pintu yang terakhir ini hanya tinggal menunggu waktu, tak satu pun manusia yang mampu mengelak darinya.

    Kalaupun mereka mampu merasakan manisnya hasil jerih payah yang diupayakannya, toh tak akan bertahan lama. Karena muara harta dari tangan pemburu dunia dan lalai dari agamanya, tak akan jauh dari kesenangan berbau maksiat. Dan pasti, kesenangan itu akan berbuntut penderitaan di dunia, kesengsaraan di akhirat, kecuali siapa saja yang mau bertaubat.

    Semua alasan di atas menjadikan kita tidak kesulitan memahami maksud firman Allah Ta’ala:

    Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.“ (QS. At-Taubah: 55)

    Ya, harta yang Allah tumpahkan atas mereka itu adalah untuk menyiksa mereka, bukan untuk memuliakan mereka.

    Sumber : Hidayatullah.com

  • Warga Menyebutnya Bunga Bangkai, Bunga Berbau Busuk Tumbuh Di Kebun Warga Desa Siabu

    Warga Menyebutnya Bunga Bangkai, Bunga Berbau Busuk Tumbuh Di Kebun Warga Desa Siabu

    Foto : Jurnalis Warga Suferianto. S.E.I
    KAMPOENG NEWS.COM – SIABU. Aromanya tidak sedap,  warga menyebutnya bunga bangkai, bunga berbau busuk ini kembali tumbuh di kebun milik warga desa Siabu.
    Ini bukan kali pertama warga menemukan bunga bangkai, setiap tahun jika musim penghujan tiba bunga beraroma busuk ini sering tumbuh.
    Hal ini dibenarkan oleh beberapa masyarakat desa Siabu, pada tahun 2019 yang lalu warga juga menemukan bunga sejenis.
    Pada tahun 2019 yang lalu, Bungai Bangkai jenis ini juga ditemukan salah seorang warga kami, bahkan ukurannya cukup tinggi, lebih tinggi dari kita“, ungkap salah satu warga.
    Bunga bangkai yang tumbuh di tahun 2019, di wilayah dusun Pinaso desa Siabu kecamatan Salo kabupaten Kampar. Kampoengnews

    Dengan ditemukannya bunga bangkai ini,  bisa prediksi bahwa dalam dua tahun sekali bunga jenis ini akan tumbuh.
    Kali ini bunga bangkai tumbuh di kebun warga  yang berada di wilayah desa Bukit Melintang kecamatan Kuok kabupaten Kampar.
    Pertama kali ditemukan oleh bapak Suferianto yang sedang bekerja untuk memanen sawit dikebun milik Bapak Suhari pada hari Minggu, 27 Maret 2021. Beliau tidak sengaja melihat bunga tersebut, tanpa pikir panjang di abadikan menggunakan smartphone miliknya.
    Bunga bangkai ini saya melihatnya di kebun, ketika saya lagi manen sawit, memang baunya busuk, apalagi kalau bunganya sudah mekar, aroma busuk begitu menyengat, bahkan lalat dan binatang kecil mengerubungi bunga bangkai tersebut“, ungkapnya
    Bunga bangkai jenis ini tumbuhnya tidak terlalu lama, jika sudah mekar maka akan layu, dan dengan sendirinya bunga ini akan mati.

    Bunga jenis tersebut berberda dengan bunga rafflesia (Amorpholophalus titanium), yang ketika mekar melebar ke samping dan punya lubang besar di tengah dengan kelopaknya berwarna merah bata. 
    Sekarang bunga yang mekar hanya satu pohon, tetapi ada satu pohon. Jenis Bunga ini memang lumayan banyak desa ini, tapi waktu mekarnya tidak bisa ditentukan kapan. Biasanya setiap satu tahun sekali ada yang mekar,” tambah Bapak Suferianto.
    Menurut dia, daerahnya dari dulu sebenarnya cukup sering ditemukan bunga bangkai. Namun, warga setempat menganggapnya sebagai semak sehingga langsung ditebas.
    Kunjungi YouTube Kampoeng News.

  • Jangan Bakar Lahan Di Musim Kemarau, Polisi Tetapkan 5 Tersangka Karhutla Riau

    Jangan Bakar Lahan Di Musim Kemarau, Polisi Tetapkan 5 Tersangka Karhutla Riau

    KAMPOENG NEWS.COM. PEKANBARU – Dilansir dari media ternama Riau, Riaumandiri.co. Hingga pekan ke-4 Februari 2021, pihak Kepolisian di Riau telah menetapkan 5 orang tersangka dugaan kebakaran hutan dan lahan. Penanganan perkara itu dilakukan sejumlah Kepolisian Resor yang daerahnya terjadi Karhutla.
    Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Kamis (25/2/2021). Dikatakan dia, penegakan hukum itu dilakukan sejak awal tahun ini. “Sudah lima tersangka,” ujar Kombes Pol Sunarto.
    Dijelaskannya, lima tersangka itu diproses di sejumlah Polres di Riau. Dua tersangka di Polres Bengkalis, dua di Polres Dumai dan satu di Polres Kepulauan Meranti. Para pesakitan itu merupakan tersangka perorangan.
    “Lahan terbakar di Bengkalis seluas 3 hektare, di Dumai 10,25 hektare, dan di Kepulauan Meranti 5 haktare,” sebut mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.
    “Tersangka merupakan perorangan dengan total lahan terbakar 18,25 hektare,” sambung dia.
    Penanganan perkara ini, kata dia, masih dalam proses penyidikan. Menurutnya, penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan.
    Sebelumnya, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, menegaskan, penanganan karhutla menjadi prioritas. Pihaknya mengupayakan pencegahan dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi Dashboard Lancang Kuning Nusantara.
    “Kita akan langsung tancap gas dengan berkoordinasi dan bersinergi dengan semua pihak dan lebih memaksimalkan lagi penggunaan Dashboard Lancang Kuning Nusantara sebagai alat yang efektif mendeteksi secara akurat,” ungkap Irjen Pol Agung belum lama ini.
    Mantan Deputi Siber pada Badan Intelijen Negara (BIN) itu menyatakan, Dashboard Lancang Kuning Nusantara dapat mendeteksi dan secara dini titik api.
    “Hal itu memudahkan kita dalam mengelola dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan sebagaimana arahan dan penekanan presiden,” pungkas Irjen Pol Agung.
    Sumber : Riaumandiri.co
  • Waspada Musim Kemarau, 50 Titik Panas Terpantau di Riau Hari Ini

    Waspada Musim Kemarau, 50 Titik Panas Terpantau di Riau Hari Ini

    KAMPOENG NEWS

    KAMPOENG NEWS.COM.Pekanbaru, Di lansir dari media ternama Riau (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat ada sebanyak 50 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Provinsi Riau, hari ini, Selasa (23/2/2021).

    50 titik panas tersebut tersebar di 6 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis. Hal tersebut disampaikan Forecaster On Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Bibin Sulianto.

    Bibin mengatakan, titik panas tersebut masing-masing tersebar di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah 17 titik, Kota Dumai 13 titik dan Rokan Hilir 12 titik. Selanjutnya di Kabupaten Siak 6 titik Kepulauan Meranti 1 titik dan Kabupaten Pelalawan 1 titik.

    Ia mengatakan, dari jumlah tersebut 11 titik diantaranya berada di level tinggi. Hal ini bisa diartikan di wilayah tersebut dipastikan ada aktivitas kebakaran hutan dan lahan. Titik api tersebut tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 2 titik, Dumai 5 titik dan Bengkalis sebanyak 4 titik.

    “Untuk 39 titik lainnya berada di level rendah dan sedang. Rinciannya satu titik di level rendah dan 38 titik berada di level sedang. BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

    Sementara itu suhu udara Riau hari ini berada di angka 23.0 – 34.0 derajat celcius dengan kelembapan udara 50 – 96 %. Sementara arah angin berhembus ke Utara – Timur dengan kecepatan 10 – 36 Km/jam.

    Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan beberapa arahan yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia.

    Ia menerangkan, yang pertama yaitu prioritaskan upaya pencegahan. Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas utama jangan sampai terlambat.

    Ia menjelaskan, di negara besar pun ada kejadian kebakaran, bahkan sampai ada kota yang ikut terbakar. Hal-hal seperti itu harus dijadikan pelajaran, prioritaskan pencegahan jangan sampai terlambat karena kalau sudah terlambat diguyur dengan water bombing sebanyak apapun belajar dari pengalaman sudah terlanjur sulit dipadamkan.

    “Api boleh keluar kecil tapi segera dipadamkan, pencegahan diprioritaskan,” tuturnya dalam Rakornas Karhutla 2021, di Istana Negara yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Negara, Senin (22/2/2021).

    Sumber : Riaunews.com